Kali ini saya kembali lagi ingin sedikit bercerita tentang ragam kuliner, tapi lebih tapatnya minuman yang mungkin hampir semua orang Indonesia suka yaitu Kopi. Kopi yang saat ini saya mau bahas adalah kopi yang awalnya terkenal bukan karena rasanya tapi karena kasusnya (loh kok kasus). Yah.. Kopi ini menjadi hits karena ada sebuah kejadian di tahun 2015 yang meninggal setelah minum es kopi vietnam ini, siapa pelakunya sekarang masih di proses peradilan. Tapi tenang kopi vietnam yang saya mau ceritakan insya Allah tidak mengandung sianida (alhamdulillah setelah minum saya baik-baik saja)
Perjalanan saya hari ini ke Jakarta sebenarnya dadakan, karena saya tahunya juga hari Senin, saya diminta menemani pak bos untuk bertemu dengan donor, ya mau tidak mau tapi harus mau, berangkatlah saya ke Jakarta, berangkat dari Bogor jam 7. Kemudian ada pertemuan sebentar di daerah Gatot Subroto, kemudian karena acaranya di Menteng, kami cari makan siang juga di daerah Menteng. Kami memilih di Menteng Huis (sepertinya daerah situ memang pusatnya makanan). Kemudian kami masuk dan mencari tempat yang kira-kira bisa makan tapi bisa sambil kerja dan juga ada colokan buat charger laptop. Pilihan kami jatuh kepada Kedai Asia, yang dirasa tempatnya cozy untuk kerja dan makan. Kemudian kita duduk dan si mbak datang setelah kita meminta buku menu.. Ada sebuah whiteboard juga yang menunjukkan menu spesial hari ini, mata saya langsung tertuju pada sebuah minuman yaitu es kopi vietnam. Rejeki anak soleh kali yaks, dari dulu saya memang sudah penasaran ingin mencoba seperti apa sebenernya rasa kopi yang terkenal gegara kasus itu. (Petaka membawa nikmat namanya)
![]() |
| Kedai Asia di Menteng Huis |
![]() |
| Penyajian Es Kopi Vietnam |
Jrenggg,, setalah beberapa menit menunggu, datang juga si kopi ini. Expectasi saya tidak seperti ini, saya membayangkan bakalan seperti kayak teh tarik, seperti yang sering muncul2 di tv di persidangan jessica (maklum gadis desa hihih). Jadi daripada malu, karena tidak caranya, dibukalah si smartphone browsing sana sini tentang cara penyajiannya eh malah dapat info tentang filosofi kopi vietnam.
Kopi vietnam yang terkenal berasal dari adat kebiasaan orang asli vietnam dalam hal menyajikannya, jadi kopi ini terkenal bukan karena bijinya berasal dari vietnam (entah biji kopinya darimana belum dapat info lanjutan), tapi dari cara mereka menikmati kopi.
![]() |
| Es Kopi Vietnam |
Pertama mereka harus menyiapkan sebuah cangkir saring atau cangkir yang ada filternya yang sering mereka sebut "phin" ataupun "drip". Drip ataupun Phin berfungsi untuk menyaring kopi. Bubuk kopi yang masih sedikit agak kasar dimasukkan ke dalam si phin, kemudian si vietnam drip diletakkan di atas cangkir ataupun gelas, tuangkan air panas lalu tunggulah beberapa saat maka kopi hitam akan menetes sedikit demi sedikit dari lubang-lubang filter dari vietnam drip. Orang vietnam sendiri katanya lebih suka mencampurkan kopi mereka dengan susu (seperti gambar di atas) daripada dengan gula seperti kebanyakan orang Indonesia. Mungkin karena sudah jadi kebiasaan pula, mereka terbiasa membuatnya sendiri di rumah, bukan seperti yang saya lakukan di Caffe. Tapi kayaknya enak juga menikmatin kopi vietnam di rumah orang Vitenam (aha). Kembali ke topik, jadi setelah semua tersaring, vietnam drip bisa dipindahkan, kopi vietnam diaduk agar susu dan kopinya tercampur dan tadaa kopi vietnam siap dinikmati. Karena saya ingin yang dingin, tinggal di tuangkan ke dalam ice batu yang sudah disiapkan juga. Untuk rasa masih agak terasa pahitnya di lidah tapi dicampur dengan susu disitulah enaknya, karena saya adalah satu pecinta kopi susu, kalau punya alatnya mungkin kita bisa buat sendiri tetapi yang menjadi pertanyaan saya, kopi apa yang digunakan untuk pembuatan kopi vietnam, kopi dari Indoensia kah? ato memang Kopi yang didatang langsung dari Vitenam, let me know later. Demikian untuk cerita hari ini, nantikan cerita selanjutnya, saya berencana menceritakan perjalanan saya di salah satu 7 Wonder baru yang ada Indonesia, dimanakah itu? Selamat malam.



Komentar
Posting Komentar